Archive for July, 2009

Sebenarnya mereka yang kamu seru dan sembah, yang lain dari Allah itu, tidak sekali-kali akan dapat mencipta seekor lalat walaupun mereka berhimpun beramai-ramai

Thursday, July 30th, 2009

Al-Hajj

Ayat 73
Wahai umat manusia, inilah diberikan satu misal perbandingan, maka dengarlah mengenainya dengan bersungguh-sungguh. Sebenarnya mereka yang kamu seru dan sembah, yang lain dari Allah itu, tidak sekali-kali akan dapat mencipta seekor lalat walaupun mereka berhimpun beramai-ramai untuk membuatnya; dan jika lalat itu mengambil sesuatu dari mereka, mereka tidak dapat mengambilnya balik daripadanya. (Kedua-duanya lemah belaka), lemah yang meminta (dari mendapat hajatnya), dan lemah yang diminta (daripada menunaikannya).

Ayat 74
Mereka (yang kafir musyrik) itu tidak menghormati Allah menurut penghormatan yang selayaknya (sebagaimana yang ditetapkanNya); sesungguhnya Allah adalah Maha Kuat, lagi Maha Kuasa.

Ayat 75
Allah memilih utusan-utusanNya dari malaikat dan dari manusia; sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.

Ayat 76
Ia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka; dan kepada Allah jualah kembalinya segala urusan.

Ayat 77
Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah serta sujudlah (mengerjakan sembahyang), dan beribadatlah kepada Tuhan kamu (dengan mentauhidkanNya), serta kerjakanlah amal-amal kebajikan; supaya kamu berjaya (di dunia dan di akhirat).

Ayat 78
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya Dia lah yang memilih kamu (untuk mengerjakan suruhan ugamanya); dan Ia tidak menjadikan kamu menanggung sesuatu keberatan dan susah payah dalam perkara ugama, ugama bapa kamu Ibrahim. Ia menamakan kamu: “orang-orang Islam” semenjak dahulu dan di dalam (Al-Quran) ini, supaya Rasulullah (Muhammad) menjadi saksi yang menerangkan kebenaran perbuatan kamu, dan supaya kamu pula layak menjadi orang-orang yang memberi keterangan kepada umat manusia (tentang yang benar dan yang salah). Oleh itu, dirikanlah sembahyang, dan berilah zakat, serta berpegang teguhlah kamu kepada Allah! Dia lah Pelindung kamu. Maka (Allah yang demikian sifatNya) Dia lah sahaja sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Pemberi pertolongan.

Al Baqarah ayat 6-10

Saturday, July 11th, 2009

Ayat 6

6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir ingkar sama bagi mereka, engkau beri peringatan mereka atau tiada engkau beri peringatan, niscaya tiada juga mereka beriman.

7. Allah telah mencap hati dan pendengaran mereka dan atas penglihatan mereka ada tutup dan untuk mereka itu siksa yang besar.

8. Diantara manusia ada yang berkata: Kami telah beriman kepada Allah dan hari yang kemudian, pada hal mereka itu bukan orang-orang yang beriman.

9. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka tiada menipu orang lain hanya diri mereka sendiri, tetapi mereka tiada sedar.

Tafsir Al Baqarah ayat 6-9

Alam kubur azab dan nikmat

Thursday, July 9th, 2009

Dua malaikat yang menanyai seorang yang baru saja meninggal disebut dengan Munkar dan Nakir. Sebagaimana hal ini terdapat di dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang dikeluarkan oleh Imam At-Turmudzi dengan sanad yang hasan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila seorang hamba telah diletakkan di dalam kuburnya, datanglah kepadanya dua malaikat yang hitam dan biru. Salah satunya disebut Al-Munkar dan yang lain disebut An-Nakir.” (HR. At-Turmudzi dan dihasankan oleh syaikh Al AlBani dalam tahqiqnya atas ”Syarh Aqidah Thahawiyyah” hal. 399)

Maka ini adalah nama dua malaikat yang akan menanyai seorang yang baru saja dikubur. Keduanya akan bertanya tentang “Siapa Rabmu, apa agamamu, dan siapa orang yang telah diutus di antara kalian ini?”
Seorang yang mukmin setelah bisa menjawab pertanyaan dua malaikat itu, maka dia akan memperoleh nikmat kubur. Adapun seorang yang kafir, ketika tidak bisa menjawabnya, maka dia akan dihadapkan kepada adzab kubur.

Para ulama berselisih pendapat: Apakah pertanyaan kubur hanya khusus pada umat ini atau juga umum pada umat-umat yang sebelumnya?

Apakah pertanyaan ini bagi orang-orang yang mukallaf saja atau juga bagi orang-orang yang tidak mukallaf seperti anak kecil dan orang gila yang meninggal?

Yang mendapatkan pengecualian dari pertanyaan kubur adalah ‘orang yang mati syahid’. Sebagaimana hal ini telah dijelaskan dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Imam An-Nasai dengan sanad yang shahih.

“Wahai Rasulullah! kenapa seluruh kaum mukminin diuji di dalam kuburnya kecuali orang yang mati syahid?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Cukuplah kilatan pedang yang berada di atas kepalanya sebagai ujian tersendiri”. (HR. An-Nasai dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam kitabnya ”Ahkamul Janaiz” hal. 36)

Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang mati syahid tidak diuji, yakni tidak ditanya oleh dua orang malaikat di dalam kuburnya. Maka ini merupakan pengecualian.

Pengecualian yang lain adalah orang yang meninggal ketika berada di front terdepan untuk berjaga-jaga dalam jihad fi sabilillah. Kondisi ini diistilahkan dengan “Al-Murobith fi sabilillah”. Maka orang yang demikian ini, bila meninggal tidak akan ditanya di dalam kuburnya. Sebagaimana yang diterangkan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Muslim dari sahabat Salman Al-Farisi radhiallahu ’anhu.

Sekeluarnya dari fitnah kubur, seorang yang meninggal akan memasuki fase yang disebut dengan nikmat kubur atau adzab kubur. Seorang mukmin setelah bisa menjawab pertanyaan dua malaikat yang datang kepadanya, maka dia memperoleh nikmat kubur. Kemudian datang seruan dari langit: “hamba-Ku ini telah benar, Bentangkanlah untuknya permadani dari surga dan bukakanlah sebuah pintu ke surga”. Harum wangi surga pun menerpanya dan kuburnya diperluas sejauh mata memandang. Lalu datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya, pakainnya, dan harum wanginya. Orang itu berkata, bergembiralah dengan segala yang akan menyenangkanmu. Ini adalah hari yang dahulu engkau telah dijanjikan. Maka si mukmin bertanya kepadanya, siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan membawa kebaikan. Dia pun menjawab, aku adalah amalmu yang sholih. Lalu si mukmin berkata, wahai Robbku! Segerakanlah hari kiamat agar aku kembali kepada keluarga dan hartaku”.

Adapun seorang yang kafir ketika tidak bisa menjawab pertanyaan dua malaikat yang datang kepadanya, maka dia dihadapkan kepada adzab kubur.
Kemudian datang seruan dari langit: “dia telah berdusta, bentangkanlah untuknya permadani dari api neraka dan bukakanlah sebuah pintu ke neraka. Sehingga hawa panas dan racun neraka pun menerpanya dan kuburnya di persempit sampai tulang-tulang rusuknya saling bergeser. Lalu datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya, pakainnya, dan busuk baunya. Orang itu berkata, bergembiralah dengan segala yang akan memperburuk keadanmu. Ini adalah hari yang dahulu engkau telah dijanjikan. Maka si kafir bertanya, siapakah engkau? Wajahmu dalah wajah yang datang dengan membawa keburukan. Dia pun menjawab, aku adalah amalmu yang buruk. Lalu si kafir berkata, wahai Robku! Janganlah engkau datangkan hari kiamat”.

Itulah keadaan seorang yang mukmin dan seorang yang kafir setelah ditanya di dalam kuburnya. Seorang yang kafir disiksa karena tidak bisa menjawab pertanyaan kubur. Namun bukan berarti bahwa setiap mukmin pasti akan terlepas dari adzab kubur. Seorang mukmin yang bermaksiat kepada Allah berkemungkinan merasakan adzab kubur, bila Allah tidak berkehendak mengampuni dosanya.

”Orang-orang yang berada di dalam dua kubur ini, sungguh sedang disiksa. Dan tidaklah keduanya disiksa karena suatu masalah yang besar. Adapun salah satu dari keduanya, dahulu tidak mau menjaga diri dari air kencing. Sedangkan yang lain, dahulu biasa berjalan untuk mengadu domba”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah dan membelahnya menjadi dua bagian. Beliau meletakkannya di masing-masing dua kubur ini dengan harapan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingan siksa keduanya, selama pelepah kurma itu masih basah dan belum kering.

Ada antara adzab kubur ada yang akan berlangsung sampai terjadinya hari kiamat dan ada pula yang disesuaikan dengan kadar dosa orang yang disiksa.

Wallahu a’lam bi shawab.

Di petik dari  sini

Surah Al-Baqarah Sapi betina Ayat 1-5

Tuesday, July 7th, 2009

Saya akan menulis tafsir dari terjemah yang saya ada.

Penulisan ini untuk kita bersama-sama membaca ayat-ayat menjadi panduan hidup dunia dan akhirat.

Dengan nama Allah yang Maha pengasih dan penyayang.

1 Alif laam miim - Allah mengetahui maksudnya

Setengah ulama berpendapat ia nama surat iaitu :Surah Al Baqarah dan satu lagi nama Alif laam miim.

—————————————

2 Kitab itu Al quran tidak ada keraguan padanya, jadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.

—————————————

3 Yaitu orang-orang yang beriman percaya pada yang ghaib, mendirikan sembahyang dan menafkahkan sebahagian rezki yang kami berikan kepada mereka.

—————————————

4 Dan orang-orang yang beriman kepada Kitab yang diturunkan kepada engkau ya Muhammad dan kitab-kitab yang diturunkan sebelum engkau, mereka itu yakin akan adanya hari akhirat.

—————————————

5 Mereka itu atas petunjuk dari pada Tuhannya; dan mereka itulah orang-orang yang menang.

Surah Al-Baqarah ayat 1-5

Manusia sempurna kenapa keduniaan bukan segalanya?

Wednesday, July 1st, 2009

Apabila kita mengetahui bahawa setiap manusia perlukan kerohanian dan fizikal.

Jika manusia dalam dunia asyik kenal erti dunia wang, material dan sebagainya.

Manusia menjadi angkuh dengan kekayaan dan mengejar kekayaan semata.

Akibat buruk manusia sudah menjadi bodoh.

Wahai orang yang berilmu kenapa kota engkau mempunyai orang-orang miskin?

Pasti menjawab miskin bererti mereka belum lagi jumpa kekayaan dalam kota mereka.

Sekiranya mereka jumpa kekayaan yang diberi oleh pencipta pasti mereka menjadi

kaya. Ya minyak menjadikan mereka kaya raya.

Tetapi hakikat kota mereka tandus.

Apa Allah SWT bersifat adil?

Ya, kerana miskin mengingatkan mereka dengan tuhan lebih lagi mereka menerima ujian dan beriman dengan ibadah yang tekun.

Syurga tempat yang lebih baik dari dunia.

Saya ada pelbagai rahsia alam yang tidak boleh diceritakan di sini.

Rahsia biarlah menjadi rahsia. Ilmu adalah ilmu dan manusia sempurna dijadikan Allah SWT.

Tajuk lain adalah

“Dakwah pelbagai media menjadi pahala”

Semasa saya teringat bagaimana saya hendak membuat kebajikan sekiranya saya hanya boleh menulis?

Ya menulis di mana-mana media menjadikan saya boleh berdakwah ini lebih baik sebab manusia tidak tahu hakikat sebenar diri mereka.

Manusia jahil tanpa ilmu.

Ilmu perlu dipelajari. Allah ghaib tidak kita nampak. Tetapi kejadian yang tuhan jadikan menjadi petunjuk

pada diri kita.

Ya, aku masih di sini memberikan tintaku menulis dalam nama duriyan yang memberikan duri kepahitan akhirnya keluar dengan kemanisan.

Aku kenal erti makna dan maksud akhirnya aku akur banyak yang perlu aku terokai dan aku bukan sahaja berada dalam dunia bumi.

Tatkala aku mengetahui saintis mengebom bulan untuk melihat air.

Nasa ingin menerokai bulan malah Barrack Obama kata sampai Mars aku terus melihat astronomi lebih baik.

Kisah Nabi Daud menjadi permulaan segala tamadun manusia sampai waktu ketika aku takut jua.

Takut apa ya Duriyan?

Duriyan: Takut tiada duri lagi maka rohani ditinggalkan maka dunia membuat manusia jadi jahil.

Akhirnya tahulah aku apa erti makna Duri !

Semoga Allah SWT merahmati kalian dalam menuju tauhid.

Amin. Wallahualam.